Cara Membedakan Jamur dan Scabies Kucing
Begini Cara Membedakan Jamur dan Scabies Kucing Dengan Mudah dan Akurat

Serupa tapi tak sama. Kenali cara membedakan jamur dan scabies kucing agar tidak salah pengobatan. Pelajari perbedaan penyebab, gejala, dan solusinya di sini!
Penyakit kulit pada kucing seperti jamuran dan scabies itu memang terlihat serupa. Namun faktanya, kedua penyakit tersebut berbeda. Sayangnya, masih belum banyak pecinta kucing yang mengetahui bagaimana cara membedakan jamur dan scabies kucing.
Karena tidak tahu cara membedakannya, maka tidak heran jika banyak orang salah melakukan pengobatan pada kucingnya. Dan karena salah melakukan pengobatan, maka penyakit tidak kunjung sembuh dan justru membuat kucing semakin tersiksa.
Jika anda memelihara kucing dan masih belum paham apa bedanya antara penyakit scabies dan jamuran pada kucing, sebaiknya pelajari terlebih dahulu apa bedanya antara scabies dan jamuran pada kucing di dalam artikel ini.
Cara Membedakan Jamur dan Scabies Kucing dari Faktor Penyebabnya
Sekilas memang penyakit kulit pada kucing seperti scabies dan jamuran itu terlihat serupa. Padahal, keduanya sangat berbeda.
Salah satu cara membedakan antara penyakit jamur dan scabies pada kucing itu adalah dari faktor penyebabnya.
Penyakit kulit jamuran pada kucing disebabkan oleh spora jamur yang tumbuh di permukaan kulit. Umumnya, spora jamur yang menyebabkan penyakit kulit pada kucing adalah microsporum canis.
Berbeda halnya dengan penyakit kulit scabies pada kucing. Penyakit tersebut disebabkan karena adanya tungau di permukaan kulit. Tungau tersebut melukai kulit dan menyebabkan iritasi sehingga lama kelamaan permukaan kulit yang terinfeksi menjadi mengeras.
Cara Membedakan Jamur dan Scabies Kucing dari Gejalanya
Selain berbeda penyebabnya, sebenarnya gejala munculnya penyakit scabies dan jamuran pada kulit kucing itu juga berbeda.
Pada saat kucing menderita penyakit jamuran di kulitnya, umumnya kucing tersebut akan menunjukkan beberapa gejala seperti:
- Kulit memerah dan muncul ruam berbentuk lingkaran.
- Beberapa bulu di bagian yang terinfeksi dengan jamur akan mengalami kerontokan.
- Kulit kucing yang terinfeksi jamur akan mulai bersisik.
Selain itu, terkadang kucing yang menderita penyakit jamuran yang cukup fatal juga akan mulai sering menggaruk bagian-bagian tubuh yang terinfeksi. Dan bukan hanya itu saja, jika penyakit jamuran dibiarkan, kucing bahkan bisa kehilangan nafsu makan.
Lalu bagaimana dengan gejala penyakit scabies pada kucing? Berikut ini adalah beberapa gejala kucing yang mulai menderita penyakit kulit bernama scabies:
- Kucing mulai sering menggaruk di area tertentu tanpa henti.
- Di area yang sering digaruk akan mulai muncul luka.
- Lama kelamaan, luka tersebut akan berubah menjadi koreng.
Sama halnya seperti ketika menderita penyakit jamur, kucing yang menderita penyakit scabies juga umumnya akan kehilangan nafsu makan.
Selain itu, kucing yang menderita penyakit scabies juga bisa mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis jika tidak ditangani dengan optimal. Kenapa? Hal tersebut bisa terjadi karena tungau terus menerus menghisap nutrisi dari dalam tubuh kucing.
Tindakan Pencegahan Penyakit Scabies dan Jamur Pada Kucing
Setelah mengetahui bagaimana cara membedakan jamur dan scabies kucing, anda juga perlu mengetahui bahwa tindakan pencegahan untuk kedua macam penyakit kulit kucing tersebut juga berbeda.
Berikut ini adalah beberapa tindakan yang bisa anda lakukan untuk mencegah kucing menderita penyakit jamuran:
- Rutin membersihkan kandang kucing.
- Memastikan kandang kucing selalu dalam kondisi kering karena kelembaban yang terlalu tinggi akan memicu munculnya spora penyebab penyakit jamur.
- Menggunakan shampoo khusus yang memiliki kandungan anti spora setiap kali memandikan kucing.
- Selalu mengeringkan seluruh bagian tubuh kucing setelah selesai memandikan.
- Memisahkan kucing yang terindikasi terinfeksi dengan spora penyebab penyakit jamuran dengan kucing lainnya.
Lalu bagaimana cara untuk mencegah penularan penyakit scabies pada kucing? Untuk mencegah kucing kesayangan anda menderita penyakit scabies, ada baiknya anda lakukan beberapa tindakan pencegahan berikut ini:
- Pastikan kucing hanya bermain di area dalam rumah saja. Kenapa? Karena kucing yang sering bermain di luar rumah lebih mudah terserang tungau penyebab penyakit scabies.
- Rutin memberikan bedak anti tungau khusus untuk kucing.
- Memisahkan kucing yang menderita penyakit scabies dengan kucing kesayangan anda.
Selain itu semua, penyakit scabies dan jamuran itu juga bisa anda cegah dengan cara rutin membawanya ke dokter hewan untuk melakukan pengecekan dan perawatan kulit secara mendetail.
Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Jamur dan Scabies Kucing?
Anda sudah mengetahui cara membedakan jamur dan scabies kucing baik dari gejala sampai penyebabnya, lalu apakah kedua jenis penyakit kulit pada kucing tersebut juga memiliki perbedaan di cara pengobatannya?
Ternyata sama seperti penyebab dan juga gejalanya, cara pengobatan penyakit jamuran dan scabies pada kucing itu juga berbeda.
Untuk kucing yang menderita penyakit jamuran memang bisa anda obati sendiri di rumah. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan salep khusus maupun lime sulfur.
Namun sayangnya, hal tersebut tidak bisa anda lakukan pada kucing yang menderita penyakit scabies. Jika kucing yang anda pelihara terindikasi menderita penyakit scabies, maka mau tidak mau anda harus membawanya ke dokter hewan.
Hal tersebut karena penyakit scabies hanya bisa anda sembuhkan dengan menggunakan obat yang bernama ivermectin.
Penggunaan obat tersebut juga tidak bisa sembarangan. Kenapa? Karena dosisnya disesuaikan dengan beberapa faktor seperti berat badan dan juga area kulit kucing yang menderita penyakit scabies.
Lalu manakah yang lebih berbahaya antara penyakit jamur dan juga scabies pada kucing tersebut? Jika berbicara mana yang lebih berbahaya, sebenarnya keduanya sama berbahayanya, terutama jika tidak anda atasi secara optimal.
Oleh sebab itu, pelajari dan perhatikan bagaimana cara membedakan jamur dan scabies kucing agar anda bisa memberikan pengobatan seoptimal mungkin saat gejalanya mulai muncul di kucing yang anda pelihara di rumah.
Pencegahan Adalah Kunci Kebersihan Anabul Anda
Baik itu jamur maupun scabies, keduanya memiliki kesamaan dalam hal pencegahan: lingkungan yang bersih adalah musuh utama spora dan tungau. Setelah Anda memahami cara membedakan jamur dan scabies kucing, pastikan area bermain mereka selalu higienis. Gunakan Odor & Stain Remover Pawclean untuk mensterilkan kandang dan perabotan dari sisa-sisa mikroorganisme penyebab penyakit kulit. Formula enzimnya yang aman dan non-toxic memastikan rumah Anda tetap segar tanpa membahayakan kesehatan kucing kesayangan. Jangan tunggu hingga anabul gatal-gatal, sedia solusi kebersihan profesional dari Pawclean.id
Tags: Cara Membedakan Jamur dan Scabies Kucing, Ciri-ciri scabies kucing pada manusia, Obat scabies kucing selain suntik, Salep jamur kucing paling ampuh, Shampoo anti jamur dan kutu kucing
Cara Membedakan Jamur dan Scabies Kucing
Other Articles
Kucing Persia terkenal dengan wajah bulat dan mata besar yang ekspresif. Namun, pemilik kucing Persia sering menghadapi masalah yang sama: noda air mata berwarna coklat atau merah yang mengotori area ...
Bahan Alami Penghilang Bau Kencing Kucing: Solusi Aman Rumah Segar Bebas Pesing Bagi para pencinta anabul, aroma pesing dari urine kucing adalah salah satu masalah domestik yang paling menantang untuk...
Begini Cara Mensterilkan Kandang Bekas Virus Kucing yang Benar Salah satu hal yang wajib anda lakukan setelah kucing yang anda pelihara sembuh dari sakit karena virus adalah mensterilkan kandangnya. N...
Jangan Remehkan! Ini Beragam Bahaya Jamur Kucing Pada Manusia Sudah tahukah anda bahwa ternyata jamur kucing itu juga bisa menular ke manusia? Dan bukan hanya itu saja, ternyata masih banyak orang yan...

There are currently no comments available